Santri Sambut Datangnya 1 Muharram, K. Wahieb Suruh Jadikan Momen Introspeksi
LUBANGSA SELATAN – Datangnya tahun baru Hijriyah menjadi momen tersendiri bagi kalangan muslim di Indonesia. Berbagai acara pun digelar untuk menyambutnya kehadirannya. Baik atas nama keluarga, organisasi maupun lembaga. Seperti halnya yang dilakukan santri PPA. Lubangsa Selatan, mempunyai cara tersendiri untuk melepas tahun 1435 dan menyambut tahun 1436.
Pada Jum’at sore (24/10), sebelum adzan Maghrib dikumandangkan, sesudah pembacaan Ratibul Haddad, seluruh santri berkumpul di masjid PPA. Lubangsa Selatan. Pasalnya, santri yang jumlahnya ratusan itu melakukan pembacaan doa akhir tahun secara bersama-sama. Dengan dipimpin pengurus koordinator departemen Pendidikan dan Peribadatan (Dikdat) Arifin Sholeh, mereka tampak khidmat membaca doa. Pembacaan doa akhir tahun itu, menurut Arif, sebagai permohonan agar amal ibadah selama satu tahun diterima oleh Allah dan segala perbuatan khilaf dapat diampuni. Dan pembacaan doa tidak hanya dilakukan untuk melepas tahun 1435. Namun juga dilakukan saat memasuki tanggal 1 Muharram 1436. Selepas adzan Maghrib, para santri kembali membaca doa awal tahun dengan tetap dipimpin koordinator Dikdat.
Selain melakukan pembacaan doa akhir dan awal tahun, pengurus PPA. Lubangsa Selatan juga mengisi momen tersebut dengan tausyiah. K. A. Wahieb Aqib salah satu Dewan Pengasuh PPA. Lubangsa Selatan yang menyampaikan tausyiah tersebut setelah salat jemaah Isya selesai. Dalam tausyiahnya, K. Wahieb menyampaikan, pergantian tahun merupakan momen tepat untuk mengintrospeksi diri. “Sebelum kita dihisab di sisi Allah, pada hari ini perbuatan-perbuatan kita itu dikroscek,” terangnya. Dengan begitu beliau menyuruh kepada para santri untuk merenungkan amal perbuatan yang dilakukan pada tahun sebelumnya. Jika pun perbuatan khilaf lebih banyak daripada amal baik, maka taubat sebagai jalan utama untuk menyesali dan memperbaiki tingkah laku.
Lebih lanjut Kiai yang memiliki dua putri itu mengimbau agar para santri semakin meningkatkan amal ibadahnya. “Harus ada perbaikan-perbaikan dari tahun sebelumnya,” tuturnya. “Ibadah kita (mesti) sudah direncanakan untuk melebihi tahun sebelumnya,” imbuh menantu almarhum KH. Moh. Ishomuddin AS itu.
Di bulan Muharram ini, kiai yang tercatat sebagai ketua pengurus pertama PPA. Lubangsa Selatan itu menganjurkan para santri untuk berpuasa. “Bulan ini merupakan bulan yang dimuliakan, bulan yang diistimewakan. Mulai besok, coba kalian berpuasa. Kalau tidak kuat 10 hari, ya berpuasa satu hari saja,” imbaunya. “Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini bisa menjadi tambahan ilmu, tambahan iman, dan tambahan ketakwaan,” sambung mantan kepala Madrasah Aliyah Tahfidh (MAT) Annuqayah tersebut. [Riel/Iet/Lunk/Vil/Ron]







Posting Komentar