LUBANGSA
SELATAN — Keadaan
cuaca di musim hujan yang tak menentu memiliki konsekuensi tersendiri bagi
kesehatan santri PPA. Lubangsa Selatan. Menurut koordinator Olahraga, Kesehatan
dan Kesenian (Orkesen) Miftahul Arifin pada Kamis (6/2), ada dua belas santri
yang sedang sakit. Yakni Ahmad Nahroni (Lokal I), Zamzam El Firdaus (Lokal I),
Moh. Ali Haidar (Lokal I), Moh. Sufyan (Lokal I), Abdullah Al-Mubarok (A/3),
Muhammad Adlan HS (A/1), Ahmad Fauzi (B/8), Habibullah (C/4), Moh. Furdiono S. (C/4),
Ahmad Hakiki (C/4), Zaimil Anam (C/3), dan Taufiq Rahman (D/1), yang semuanya
dibawa pulang dan dirawat di rumahnya masing-masing.
Berdasarkan
informasi yang dihimpun Radar Lubselia (Jawa Bos Grup) rata-rata dari setiap
santri tersebut menderita sakit panas. Akan tetapi, berbeda dengan Ahmad Fauzi,
Abdullah Al-Mubarok dan Ahmad Nahroni. Santri asal Dungkek itu mengaku sedang
sakit bisul di bagian lutut kirinya, sehingga menyulitkan untuk berjalan.
Sementara Ahmad Nahroni dan Abdullah Al-Mubarok sedang menderita sakit cacar.
Humaidi,
ketua Pelokalan, membenarkan bahwa empat anak asuhnya sedang sakit. Dia juga
mengatakan, Zamzam yang dibawa pulang sejak tanggal 2 Februari lalu, sampai
saat ini tidak bisa kembali karena belum sehat total.
Minim
Dukungan
Keberadaan
Ruang Kesehatan di PPA. Lubangsa Selatan diharapkan dapat memberikan kemudahan
bagi pengurus kesehatan untuk memberikan pertolongan pertama kepada
santri-santri yang lagi sakit. Lain dari itu, ditujukan agar santri-santri yang
sakit tidak serta merta langsung pulang sebelum mendapat rekomendasi dari pihak
pengurus, utamanya Orkesen. Namun, kata Miftahul Arifin, sampai saat ini keberadaan
Ruang Kesehatan tersebut belum mendapat dukungan penuh dari seluruh santri. “Ada
sebagian santri yang tidak mau dirawat di ruangan ini ketika sakit. Nggak
tahu kenapa,” jelas santri asal Mandala Rubaru itu. Lain dari itu, dia
mengatakan, konsekuensi dari minimnya dukungan santri tersebut, pihak kesehatan
tidak bisa menentukan layak tidaknya pulang santri sebab sakit.
Secara
terpisah, Ketua Pengurus Dedi Anwari menyampaikan bahwa perlu adanya
sosialisasi kembali terkait dengan keberadaan ruang kesehatan tersebut. Kemudian
saat dikonfirmasi soal santri yang pulang sakit tanpa lebih dulu ditentukan
layak pulang oleh Dep. Orkesen Dedi juga menyampaikan bahwa hal itu ada
kaitannya dengan kondisi dukungan santri terhadap keberadaan Ruang Kesehatan. “Di
satu sisi, untuk perawatan santri sakit itu memang Orkesen. Tapi, menurut saya
pribadi, sesuai dengan dawuh almarhum (K. Moh. Ishomuddin AS, Red.),
kalau sudah tidak memungkinkan untuk dirawat di sini dan diminta (pulang) oleh
orang tuanya, silakan dikasih idzin,” tuturnya saat ditemui di Kantor Madrasah
Diniyah pada Rabu (5/3). “Kewajiban kita, merawat sesuai dengan kemampuan
kita,” imbuhnya.
Lebih
lanjut, Dedi mengharap agar santri PPA. Lubangsa Selatan mendukung secara penuh
terhadap adanya Ruang Kesehatan. “Dengan adanya Ruang Kesehatan, dapat menjadi media
untuk memberikan pelayanan terbaik kepada santri yang sakit. Setidak-tidaknya,
agar penyakitnya tidak menular kepada santri yang lain,” harapnya. [Ril].






Posting Komentar