LUBANGSA SELATAN – Saat ini, telah jarang ditemui santri yang memiliki kepedulian besar terhadap kebersihan lingkungan hidup. Namun, sebenarnya hal itu tidak terjadi pada semua santri secara keseluruhan. Pada Sabru (5/4), wartawan Duta Santri memergoki Humaidi salah satu santri sedang melakukan penyemprotan (pengobatan) terhadap rumput-rumput liar yang tumbuh di beberapa titik di lokasi PPA. Lubangsa Selatan. “Kaule pareppa’ arao ben Hamdi, ngabes rebbhe ce’ bannya’n. Mon epabede massal, katon tak mungkin (ketika saya bersih-bersih dengan Hamdi, melihat rumput sangat banyak. Kalau diadakan [kebersihan] massal, sepertinya tidak mungkin),” ucapnya kemarin (1/0/4) kepada Duta Santri melaui telepon genggam.
Lembih lanjut, Humaidi mengatakan, dengan melihat banyaknya rumput liar yang ia maksud, pihaknya mempunyai inisiatif untuk menyemprot rumput-rumput tersebut dengat obat agar segera bisa terlihat lebih bersih. “Akhirnya saya pinjam alat penyemprotan ke Bragung bersama Helmi,” ujar santri yang sedang pulang kampung karena memenuhi hak pilihnya di Pemilihan Legislatif (Pileg) tanggal 9 April lalu. “Harga obatnya Tiga Puluh Lima Ribu,” imbuhnya sebelum menutup saluran telepon.
Helmi, membenarkan bahwa dirinya diminta oleh Humaidi untuk mencari pinjaman alat penyemprotan di rumahnya. “Humaidi nyoro kaule, nyemprota rebbhe (Humaidi menyuruh saya [meminjam alat penyemprotan], mau menyemprot rumput),” kata Helmi saat ditemui di ruang perpustakaan kemarin (10/4). “Humaidi yang mempunyai inisiatif seperti itu, karena sebelumnya Humaidi, Hamdi dan beberapa santri lainnya mencabuti rumput,” pungkasnya. [Riel/Lunk/Vil].







Posting Komentar