Pengurus Madrasah Diniyah Tidak Aktif, Moh. Wahied “Kerja Sendiri”




Melihat gerilya Moh. Wahied dalam memimpin Madrasah Diniyah PPA. Lubangsa Selatan tahun ajaran 2013-2015

Menjadi pemimpin bukanlah perkara mudah. Sebab, menduduki posisi tertinggi dalam sebuah organisasi, lembaga, atau bahkan di institusi pemerintahan pun sangat membutuhkan tanggung jawab yang besar. Tak terkecuali dengan Moh. Wahied yang sudah hampir separuh periode menjadi kepala Madrasah Diniyah PPA. Lubangsa Selatan.
 
MOH. HUSRIL MUBARIQ, Lubsel

Rabu (16/4), jam masih menunjukkan angka 13.55 Wib. Akan tetapi, langit biru terlihat kelabu karena tertutup awan. Sementara di kantor Madrasah Diniyah, saat wartawan Duta Santri sedang menunggu penyambutan kepala madrasah Moh. Wahied, suasana terasa lengang tanpa aktivitas apapun. Setelah sekian waktu menunggu untuk melakukan wawanwara, akhirnya Moh. Wahied pun menemui Duta Santri yang memang telah membuat janji sebelumnya.

Dengan memakai kopiah, sarung dan kaos pendek yang melekat di tubuhnya, Wahied tampak lebih santai. Kemudian, santri berkacamata itu mulai menceritakan tentang hiruk pikuk perjalanannya dalam memimpin Madarasah Diniyah PPA. Lubangsa Selatan. Wahied menyampaikan, sejauh ia menjabat sebagai kepala madrasah, ada beberapa pengurus Madrasah Diniyah yang kurang aktif sehingga sering kali ia terpaksa “kerja sendiri” dan mengambil alih tanggung jawab mereka. Bahkan, ia menambahkan, tak jarang pihaknya memanggil dan menyanksi siswa yang bermasalah, membunyikan bel masuk kelas, menyampaikan pengumuman kepada siswa di masjid, dan menerima setoran hafalan dari siswa sekalipun merupakan tanggung jawab dari pengurus kurikulum. “Sebenarnya, jam ngantor sudah terbentuk dan disepakati bersama,” tuturnya. “Tapi kenyataannya tak semuanya ngantor (sesuai jadwal),” imbuh santri lulusan fakultas syari’ah Instika itu.

Saat ditanya mengenai upaya yang telah dilakukan Wahied mengaku sudah pernah melakukan pertemuan dengan seluruh pengurus Madrasah Diniyah. “Ghi’ buru mare (baru-baru ini sudah selesai). Semuanya mengakui terhadap kekurangannya dan sudah diminta untuk aktif. Ternayata tetap saja tidak aktif,” jelasnya seraya memasang ekpresi kecewa di wajahnya.

Lebih lanjut, Wahied mengatakan perihal mengenai ketidakaktifan sejumlah pengurus Madrasah Diniyah selama ini. “Ada yang bilang, sengkah (sungkan) yang mau moy-tamoyan (duduk bertamu) dengan guru. Kecuali yang memang sudah aktif di sini (kantor Madrasah Diniyah),” jelasnya kepada Duta Santri sambil sesekali pandangannya tertuju ke luar ruangan. Sementara, kurangnya pengontrolan dari pengurus pesantren utamanya Dikdat selaku departemen yang menaungi, kata Wahied, juga menjadi salah satu penyebab dari kekurangaktifan bawahannya. “Biasanya, (pengontrolan Dkdat) ketika menjelang momen-momen tertentu. Seperti ujian, dan imtihan (Haflatul Imtihan). Kalau kegiatan seperti hafalan, itu tidak ada,” ungkapnya.

Secara terpisah, koordinator Dikdat Arifin Sholeh mengelak bahwa pihakanya kurang memberikan pengontrolan terhadap lembaga pendidikan non-formal yang berada di bawah naungannya itu. “Selama ini sudah dilakukan. Dari koordinator (Dikdat) ke kepala diniyah dengan sistem kekeluargaan. Contohnya, saat pengangkatan panitia HADI (Haflah Dirasah Diniyah), ujian, dan keuangan HADI,” kilahnya Kamis (17/4). Akan tetapi dirinya membenarkan saat dikomfirmasi soal terjadinya ketimpangan kinerja pengurus Madrasah Diniyah. “Melihat struktur pengurus Madrasah Diniyah (antara satu sama lain) kurang dekat,” lanjut santri sekaligus salah satu pengurus senior di hadrah Hikmatus Surur PPA. Lubangsa Selatan itu.

Sementara, Moh. Wahied menyampaikan beberapa harapan agar dalam memimpin Madrasah Diniyah ke depan menjadi maksimal. “Untuk sesama pengurus diniyah, mohon peran aktifnya. Karena kalau sudah aktif, kekurangannya akan ditemukan. Secara umum untuk Dikdat kami mengharap secara rutin melakukan pengontrolan. Karena adanya pengontrolan, kita tidak akan bisa melihat kekurangan diri kita sendiri,” pungkasnya.
Share this video :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Duta Santri - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger